Menu

Live Streaming

Techno

Techno (25)

Smartphone Donald Trump Hanya Berisi Satu Aplikasi

 

Donald Trump baru saja mengganti ponsel miliknya, dari Samsung Galaxy S3, menjadi iPhone.

Siapa sangka, Presiden Amerika Serikat ini hanya memiliki satu aplikasi di ponsel-nya yaitu aplikasi Twitter.

 

Trump masih sangat aktif dalam menggunakan Twitter-nya untuk menyampaikan argumennya kepada seluruh followers-nya.  Walaupun hanya memiliki satu aplikasi di ponsel-nya, bukan berarti dirinya tidak ketergantungan dengan ponsel-nya, ia justru sangat bergantung pada ponsel-nya.

 

“Presiden AS hanya mempunyai satu aplikasi yakni Twitter di sebuah aplikasi miliknya,” ujar wartawan Mike Allen seperti dikutip dari Ars Technica.

 

Selain kebiasaan Trump menulis Tweet di akun Twitter-ya, Trump juga seringkali meluangkan waktunya untuk menonton televisi. Kebiasaan ini kabarnya memaksa pegawai di Gedung Putih yang berwewenang berusaha mengurangi kebiasaan tersebut.

 

"Pegawai top Gedung Putih mengatakan padaku bahwa kunci untuk memaksa Presiden Trump agar lebih disiplin adalah dengan membatasi waktunya melihat layar. Yaitu dengan membatasinya nonton televisi dan menulis tweet dari iPhone-nya," lanjut Mike.

 

Sumber: http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170528105540-185-217813/iphone-trump-hanya-diinstal-satu-aplikasi/

 

 

 

 

 

 

 

 

Read more...

Gara-gara "Pokemon Go", Atlet Olimpiade Kena Tagihan Rp 65 Juta

Kohei Uchimura kaget bukan kepalang saat mendapati tagihan ponselnya telah mencapai angka 5.000 dollar AS atau lebih dari Rp 65 juta.

 

Jumlah tersebut merupakan biaya roaming dari operator selulernya saat Uchimura, seorang atlet senam putra asal Jepang, sedang berada di Rio de Janeiro, Brazil, untuk mengikuti Olimpiade 2016 minggu ini.

 

“Dia terlihat kaku seperti orang mati saat acara makan tim hari itu,” kata seorang rekan mengomentari keterkejutan Uchimura, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Jumat (5/8/2016).

 

Mengapa tagihan Uchimura bisa begitu besar? Rupanya sang atlet keranjingan Pokemon Go. Dia sebenarnya baru mengunduh game tersebut saat tiba di Sao Paulo untuk berlatih, 3 Agustus kemarin.

 

Perjumpaan pertama Uchimura dengan Pokemon Go sudah cukup untuk membuatnya kepincut. Dia pun sibuk wira-wiri keliling kompleks atlet untuk mencari para monster imut dalam game itu, meski belum mengatur setting ponsel untuk roaming.

 

Alhasil, biaya pemakaian internasional pun menumpuk dengan cepat sehingga pada akhirnya membuahkan angka di atas.

 

Sebelum akhirnya hadir di Brazil pada hari yang sama dengan percobaan perdana Uchimura, Pokemon Go sempat absen sehingga membuat sedih para atlet Olimpiade yang ingin berburu Pokemon.

 

Uchimura sendiri bukanlah orang sembarangan. Dia adalah atlet senam kenamaan yang memegang medali emas Olimpiade sejak 2009 hingga 2012 dan dipandang sebagai salah satu atlet senam terbaik.

 

Toh, prestasinya itu tak membuatnya kebal dari demam Pokemon Go yang juga melanda jutaan orang lain di seluruh dunia.

untunglah cerita ini berakhir dengan happy ending. setelah Uchimura menghubungi operator selulernya untuk menyampaikan keluhan, sang ikon olahraga di jepan ini hanya dikenakan tarif flat sebesar 30 dollar as per hari.

Sumber

Read more...

CEO Instagram Akui Jiplak Snapchat

 CEO Instagram Kevin Systrom mengakui perusahaannya menjiplak konsep milik Snapchat dalam fitur barunya, Stories, yang diluncurkan pada Selasa (2/8).


"Betul sekali, mereka (Snapchat) layak mendapatkan pengakuan (atas konsep ini)," kata Systrom ketika ditanya masalah itu oleh TechCrunch.

Instagram Stories dibuat persis dengan Snapchat Stories. Fitur baru ini dibuat untuk membagikan kejadian sehari-hari seperti yang biasa dilakukan lewat Snapchat.

Dengan Instagram Stories, pengguna bisa mengunggah foto dan video aneh yang menghilang dengan sendirinya. Stories bisa jadi tempat untuk konten yang tidak cukup bagus, atau terlalu konyol untuk berada di lini masa Instagram.

"Pada dasarnya fitur ini menyelesaikan masalah orang-orang yang ingin mengambil banyak foto atau kejadian yang ada di hidupnya, tapi ingin mengatur bagaimana penampakan profil dan tidak membanjiri lini masa, karena itu tidak disukai di Instagram," kata Systrom.

Sebelumnya Facebook, perusahaan yang kini menaungi Instagram, telah mencoba beberapa kali meniru Snapchat dengan aplikasi seperti Poke, Slingshot dan Instagram Bolt. Semua usaha itu gagal karena pengguna tidak mau mengunduh aplikasi baru untuk fungsi yang sama.

Namun kini, dengan menyertakan fitur ini di Instagram, nampaknya Facebook bisa memenuhi keinginannya. Dan, alih-alih menggunakan metode aneh seperti Slingshot, fitur ini tak tanggung-tanggung menjiplak Snapchat sampai ke titik terkecil.

"Jika Anda adalah seorang inovator, itu bagus sekali. Sama seperti Instagram yang pantas diberi pengakuan karena filternya.

"Ini bukan soal siapa yang menemukan apa. Ini soal format, dan bagaimana Anda membawanya ke sebuah jaringan dan memberikan sentuhan Anda sendiri pada produk tersebut.

"Facebook menemukan lini masa, LinkedIn mengambilnya, Twitter mengambilnya, Instagram mengambilnya, dan itu semua terasa sangat berbeda sekarang, dengan fungsi masing-masing," kata Systrom.

Sumber

Read more...

Asus Kolaborasi dengan Google Ciptakan Chromebook

Asus berkolaborasi dengan Google meluncurkan dua varian notebook terbaru yang dikemas dengan sistem operasi Chrome OS. Notebook bernama Asus Chromebook tersebut ditujukan pada kalangan yang sangat dinamis dan memiliki mobilitas tinggi. 

Chrome OS adalah sistem operasi besutan Google yang lebih diperuntukkan bagi kalangan muda seperti pelajar dan mahasiswa, serta para profesional muda yang kerap berkutat di dunia maya, dan banyak bekerja secara online.

Dua model Asus Chromebook terbaru yang hadir di Indonesia adalah Chromebook C201PA dan C100PA. 

"Asus Chromebook adalah sebuah perangkat yang menyuguhkan kepada Anda sisi kepraktisan dari sebuah notebook," kata Juliana Cen, Country Group Leader Indonesia

"Baik notebook maupun sistem operasinya dirancang agar dapat digunakan dengan sangat mudah, hemat baterai, dan portable sehingga sangat cocok dengan pelajar, mahasiswa dan profesional muda yang mencari kemudahan. Apalagi, Chrome OS juga relatif terbebas dari serangan virus," sambung dia.

Salah satu yang menarik dari sisi hardware adalah terletak pada kemampuan baterainya, yang diklaim bisa bertahan hampir sekitar 13 jam dalam penggunaan normal.

Dari sisi software, Chrome OS merupakan sistem operasi yang dibangun di atas proyek open source. Sehingga pengguna tidak perlu khawatir dengan dukungan aplikasinya, sebab Google telah menyiapkan berbagai macam aplikasi untuk mendukung aktivitas penggunanya. 

"Untuk kebutuhan produktivitas seperti mengetik atau membuat file presentasi, pengguna bisa memanfaatkan Google App yang tersedia di Chrome OS," ujar Juliana.

"Kelebihan lainnya adalah, kita bisa melihat dan mengedit dokumen tanpa kehilangan formatting yang sudah dibuat sebelumnya, misalnya dengan Microsoft Office. Selain memproses dokumen secara online dari Google Drive, kita juga bisa membuatnya secara offline dan akan tersinkronisasi saat terhubung ke Internet," lanjut dia.

Juliana menambahkan, jika pengguna memerlukan ragam aplikasi lainnya, mereka bisa mengunduhnya melalui Web Store yang merupakan pasar aplikasi untuk platform Chrome OS yang mirip dengan Google Play Store. 

"Menurut informasi yang saya dapat, ke depan, Google akan menyematkan Google Play Store di Chrome OS sehingga pengguna Chromebook bisa mengakses semua aplikasi yang ada di Google Play Store. Ini tentu sangat menarik," ujarnya.

SUMBER

Read more...

“Kong”, Aplikasi Khusus Penggemar Selfie di Path!

Satu lagi aplikasi terbaru dari Path, “Kong”  sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Path Inc untuk membuat dan membagi foto selfie dalam format GIF.  “Kong” menjadi aplikasi ketiga yang dikembangkan studio tersebut, sekaligus sebagai salah satu bukti yang memperlihatkan bahwa Path memang serius mencoba ide baru. Namun sayangnya, aplikasi yang bisa di-download secara gratis di App Store dan Google Play ini, belum bisa digunakan oleh semua pengguna karena Path merilis ketersediaannya secara bertahap.

 

Read more...

Juli Mendatang, Windows 10 Siap Dirilis!

Terry Myerson, petinggi Microsoft akhirnya mengumumkan waktu perilisan Windows10 yaitu bulan Juli atau Agustus mendatang. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri pertemuan Windows Hardware Community (WinHEC) di Shenzen, China. Terry juga menjelaskan bahwa Windows 10 yang dibagikan ke 190 negara tersebut bisa didapatkan secara gratis, bagi pengguna yang mempunyai Windows 8.1 dan Windows 7 versi asli.

Read more...

Password “on-demand”, Layanan Terbaru Yahoo!

Ada yang terbaru dari Yahoo! Yahoo meluncurkan layanan baru yang memungkinkan pengguna dapat login tanpa menggunakan password, layanan ini disebut password “on-demand”. Cara mengaktifkan layanan ini, pengguna dapat login ke akun Yahoo dengan menggunakan password normal terlebih dahulu. Setelah masuk, pengguna dapat menghidupkan password "on-demand" dan mendaftarkan nomor ponsel mereka dalam pengaturan keamanan. Layanan ini berguna meningkatkan keamanan dari pengguna akun Yahoo sendiri.

Read more...

Force Touch, Teknologi Terbaru dari Apple!

Satu lagi yang terbaru dari Apple! Rencananya Apple akan mengeluarkan iPhone dengan tipe terbaru pada akhir tahun nanti dan akan memasang teknologi Force Touch yang digunakan untuk mendeteksi seberapa kuat tekanan tangan pengguna pada layar. Sementara untuk desainnya, Apple akan menampilkan warna baru yaitu casing alumunium. Namun, Apple sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait hal ini.

Read more...

Apple Tunda Rilis iPad 12,9 Inci

Fans berat produk Apple sepertinya harus lebih bersabar menunggu hadirnya iPad baru dengan desain layar yang lebih lebar. Hal ini dikarenakan pihak Apple  mengalami kendala dalam suplai komponen layar dengan ukuran layar 12,9 inci. Awalnya, perangkat tersebut rencananya mulai diproduksi pada kuartal ini namun terpaksa harus ditunda hingga September mendatang.

Read more...

Waze, Aplikasi Wajib di Android?

Salah satu aplikasi andalan penunjuk jalan, Waze  nantinya akan menjadi aplikasi wajib yang terpasang di semua perangkat Android dengan lisensi Google. Aplikasi tersebut akan menjadi bagian dari Google Mobile Services yang bisa dipasang oleh pabrik smartphone atau operator seluler sebelum dipasarkan. Namun demikian nantinya aplikasi ini tetap bisa diunduh secara terpisah.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Studio

Grand Indonesia (Menara BCA) 38th Floor
Jl. MH. Thamrin No.1
Jakarta 10310 - INDONESIA

+62 21 23586486

+62 812 1110951

+62 21 23586490