Menu

Live Streaming

Ikan Tilapia Sembuhkan Luka Bakar

Baru-baru ini telah ditemukan eksperimen untuk pengobatan luka bakar menggunakan kulit ikan.

 

Beberapa peneliti di Brasil melakukan eksperimen untuk pengobatan luka bakar menggunakan kulit ikan tilapia. Ikan Tilapia sendiri mempunyai kandungan pelembab, kolagen, serta kulitnya tahan dengan penyakit lebih dari kulit manusia, dan bisa menjadi obat bagi luka bakar. Metode pengobatan inipun juga dapat mengurangi rasa sakit pasien luka bakar. 

 

"Penggunaan kulit ikan tilapia pada luka bakar belum pernah terjadi sebelumnya. Kulit ikan biasanya dibuang, sehingga kami menggunakannya untuk sesuatu yang lebih berguna," ujar profesor Universitas Ceara, Odorico de Morais seperti dikutip dari NBC News, akhir pekan lalu.

 

Peneliti Brasil berkata, luka bakar akan sembuh dalam beberapa hari dengan terapi kulit ikan ini. Terapi ini juga mengurangi rasa sakit pasien selama pengobatan.

 

Umumnya, pengobatan luka bakar menggunakan kulit babi beku dan bahkan jaringan tubuh manusia untuk menjaga kelembaban dan memungkinkan adanya transfer kolagen, yakni protein yang membantu proses penyembuhan luka bakar. 

 

Namun, rumah sakit umum di Brasil kekurangan pasokan 'obat' tadi. Luka bakar pada pasien harus dibalut dengan perban dan diganti secara rutin. Hal ini menimbulkan rasa sakit bagi pasien.

 

Sebelumnya, teknisi laboratorium universitas membersihkan kulit ikan dengan zat sterilisasi dan dikirim ke Sao Paulo untuk diradiasi agar virus hilang sebelum dikemas dan dibekukan. Peneliti berkata, setelah melewati proses tadi, kulit ikan dapat bertahan hingga dua tahun, tanpa meninggalkan bau amis ikan.

 

Montir mobil, Antonio Janio mengalami luka bakar pada lengannya saat terjadi kebocoran gas solder. Dia berkata, terapi kulit ikan tilapia lebih efektif daripada perban yang harus diganti dua hari sekali. Kulit ikan mengandung kolagen tipe 1, dengan kelembaban yang terjaga lebih lama daripada kasa, dan tak perlu diganti berkali-kali.

 

Kulit ikan langsung ditempelkan pada luka bakar lalu dibalut dengan perban tanpa salep atau krim apapun. Setelah 10 hari, dokter akan membuka perban. Kulit ikan yang kering dan sudah tidak melekat pada luka bakar, dapat diambil.  

 

"Menggunakan kulit ikan tilapia. Ini menakjubkan. Tak ada rasa sakit. Anda tak perlu obat. Dalam kasus saya, saya tak perlu itu, syukurlah," kata Antonio.

 

Odorico mengatakan, terapi dengan ikan tilapia memangkas biaya pengobatan hingga 75 persen daripada dengan penggunaan salep sulfadiazine. Ikan ini murah dan mudah didapat di Brasil. Para peneliti berharap terapi akan tersedia secara komersil dan mendorong bisnis untuk menjadikan kulit ikan tilapia sebagai terapi pengobatan medis.

 

 

 

Sumber: http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170529204906-255-218108/kulit-ikan-dapat-atasi-luka-bakar/

 

Last modified onWednesday, 05 July 2017 14:47
back to top

Studio

Grand Indonesia (Menara BCA) 38th Floor
Jl. MH. Thamrin No.1
Jakarta 10310 - INDONESIA

+62 21 23586486

+62 812 1110951

+62 21 23586490